Thursday, August 6, 2015

Menteri Pertanian datangi Pelosok di Trenggalek

Trenggalek -Kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur disambut sumringah para petani.

Kawasan yang dikunjungi Amran ini termasuk kawasan yang terpelosok. Butuh perjalanan darat dengan medan berat menuju lokasi yang ditempuh selama 2 jam dari pusat Kabupaten Trenggalek.

Medan berliku membelah bukit sesekali melintasi lahan sawah subur yang tengah panen di tengah perbukitan. Jalan berbatu belum teraspal mendominasi perjalanan yang dilintasi. Tak heran tak banyak pejabat pemerintah pusat yang menginjakan kakinya di sentra padi dan kedelai ini.

Seorang petani di Desa Masaran mengungkapkan rasa gembiranya bisa ditengok oleh pejabat setingkat menteri.

"Kami sangat gembira, pertama kali ada pejabat pusat setingkat menteri datang kemari. Selama ini kami serasa terisolir karena jalan buruk. Pak menteri bisa sampai sini, kami sangat berapi-api. Lumbung pangan untuk kecamatan Munjungan, cukup," kata petani tersebut di sela-sela panen padi di lokasi, Rabu (29/7/2015).

Rasa terima kasih petani tersebut dieksperikan dengan memeluk sang menteri. Melihat begitu antusiasya petani, Amran pun memberikan kenang-kenangan kepada sang petani tersebut.

Di tempat yang sama Pangdam V Brawijaya Eko Wiratmoko menyampaikan kesannya terhadap kerjasama antara TNI dan kementerian pertanian, untuk meningkatkan produksi pangan.

"Sinergi TNI dengan kementerian pertanian telah membuahkan hasil peningkatan produksi di seluruh wilayah Indonesia," kata Eko.

Eko mengatakan, masalah pangan telah menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan swasembada pangan dalam 3 tahun ke depan.

"Kami turut mendukung melalui peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) demi tercapai ketahanan pangan," katanya.

Balon Udara Jatuh Aliran Listrik Trenggalek Padam

Trenggalek - Sebuah balon udara atau balon asap berukuran besar yang dilepas warga saat perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek, Jawa Timur, jatuh mengenai jaringan PLN sehingga aliran listrik setempat padam selama beberapa jam.

"Ada satu balon udara yang jatuh tepat di atas jaringan kabel listrik PLN di wilayah Durenan sehingga terjadi korsleting dan aliran energinya terputus beberapa saat," kata Kepala PLN Unit Pelayanan Jaringan Trenggalek, Tarwoko di Trenggalek, Jumat.

Meski sempat menyebabkan arus listrik terputus dan mengganggu perayaan Lebaran Ketupat di wilayah Durenan, Tarwoko memastikan insiden itu tidak sampai menimbulkan kerusakan berarti.

Petugas yang mendapat laporan dari warga tentang putusnya jaringan listrik di aerah itu segera melakukan langkah penanganan dengan menyingkirkan balon udara yang masih tersangkut di atas jaringan kabel PLN di jalan raya Durenan.

"Jaringan listrik di daerah itu sebenarnya masuk area UPJ Campurdarat, tapi sudah kami koordinasikan dan satu jam kemudian sudah kembali normal," ujarnya.

Sejak pagi selama perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek, total ada seribu balon udara yang dilepas warga secara sporadis di berbagai wilayah tersebut.

Banyaknya balon udara yang dilepas sempat memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko kebakaran di area hutan, ladang ataupun permukiman warga.

Kekhawatiran itu terutama mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya pada momentum yang sama di mana sempat terjadi kebakaran hutan akibat balon udara yang jatuh di tengah hutan.

"Secara teori hal itu harusnya tidak akan terjadi karena balon udara masih akan melayang hingga api padam. Jadi balon tersebut jatuh dengan kondisi api sudah mati, sebab yang mengangkat balon itu adalah asap yang memenuhi ruang dalam balon," jelas panitia atraksi pelepasan 50 balon udara di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Sunardi.

Seperti halnya saat perayaan Idul Fitri, pesta balon udara dimaksudkan untuk menciptakan kemeriahaan dan luapan rasa syukur setelah enam hari menjalankan ibadah sunah puasa syawal sejak H+2 Lebaran.

Arumi Bachsin galang dukungan para artis untuk dukung suaminya

Trenggalek - Artis pesinetron Arumi Bachsin berencana mendatangkan rekan-rekannya sesama selebriti untuk menggalang dukungan bagi suaminya pada Pilkada Trenggalek, Jawa Timur.

"Saya akan dengan senang hati mengajak teman-teman artis nasional untuk datang ke Trenggalek dan menggalang dukungan pemilih untuk pencalonan suami saya di Pilkada Trenggalek," janji Arumi Bachsin saat mendampingi suaminya, Emil Elestianto Dardak, menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon bupati ke KPU Trenggalek, Senin.

Ia tidak merinci nama-nama artis yang akan diajaknya nanti  membantu kampanye suaminya pada Pilkada Trenggalek0.

"Tentu saja itu akan kami sampaikan kepada teman-teman artis yang bersedia membantu. Minimal saya akan mengajak mereka untuk sekadar jalan-jalan dan memperkenalkan Kabupaten Trenggalek berikut masyarakatnya yang ramah-ramah dan menyenangkan," ujarnya.

Pelibatan dan penggalangan artis nasional dalam skema kampanye di Pilkada Trenggalek disebut Arumi sebagai bagian dari komitmen dan totalitasnya dalam mendukung pencalonan suaminya.

Kendati saat ini tengah hamil enam bulan, Arumi menyatakan siap pindah menjadi warga Trenggalek.

"Dan saya sudah memulainya dengan beradaptasi dengan suasana di Trenggalek yang berudara adem, tenang, serta masyarakatnya yang ramah dan menyenangkan," kata Arumi yang sudah beberapa kali mendatangi Trenggalek.

Arumi selalu terlihat bersama Emil saat blusukan ke berbagai kelompok dan tokoh masyarakat di Trenggalek.

Area pencarian korban tenggelam pantai pelang Trenggalek diperluas

Trenggalek - Badan SAR Nasional akhirnya memperluas area pencarian dua wisatawan yang hilang terseret ombak laut selatan saat berwisata di Pantai Pelang, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Kamis (23/7).

"Hari ini (25/7), penyisiran kami lakukan mulai dari TKM (tempat kejadian musibah) di Pantai Pelang, hingga Pantai Konang, Pantai Joketro sampai berbatasan Pacitan, kalau ke tengah sampai 10 mil," kata Kepala Basarnas Pos Trenggalek, Supriono, di lokasi pencarian di Pentai Pelang, Sabtu.

Namun, hingga sore, jasad maupun tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan.

Ia mengatakan selama tiga hari melaksanakan pencarian tim SAR gabungan acapkali terkendala oleh tingginya ombak di kawasan Pantai Pelang yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Cuaca dan ketinggian ombak/gelombang yang tidak menguntungkan itu kemudian dapat disiasati dengan mengalihkan titik pencarian, yakni ke Pantai Joketro yang berada di dalam teluk.

"Kalau di Joketro relatif landai ombaknya, sehingga dua kapal bisa ke tengah," terangnya.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim SAR gabungan tidak hanya melakukan penelusuran di tengah laut, namun juga menyisir tebing-tebing dan karang yang ada di tepi pantai. 

Tindakan itu dilakukan karena biasanya korban tenggelam terseret ombak menuju tepi dan tersangkut karang. 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Panggul, AKP Wajib Santoso mengatakan, selain operasi laut, pihaknya juga melakukan penyisiran darat di beberapa bibir pantai mulai dari Pelang hingga Joketro. 

"Upaya terus kami lakukan, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil," katanya.

Tim SAR gabungan rencananya melanjutkan pencarian hingga petang hari. Namun apabila kedua korban belum ditemukan, proses penyisiran akan dilanjutkan hingga tiga hari ke depan. 

Sebelumnya dua wisatawan, masing-masing Mohammad Wahyu dan Gigih Wiranto, warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, hilang setelah terseret ombak laut, saat bermain di tepian Pantai Pelang.

Kekeringan di kabupaten Trenggalek semakin meluas

Trenggalek - Bencana kekeringan dampak badai elnino di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ditengarai semakin meluas. 

Berdasarkan pantauan, hal ini tampak dari semakin banyaknya sungai yang mengering, lahan pertanian kesulitan pasokan air tanah, hingga keterbatasan pasokan air bersih untuk konsumsi warga.

Salah satu daerah yang pelaing parah mengalami krisis air bersih dampak badai elnino terpantau di wilayah Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul.

Di wilayah pegunungan salah satu kawasan pesisir selatan Jawa Timur itu, ratusan warga harus mengantri untuk mendapat jatah air bersih dari dua sumur yang masih tersisa.

"Tapi kini kondisinya (air) juga keruh dan hampir habis. Itu karena banyak sekali yang mengambil air di sini," tutur Umar, salah seorang warga Desa Ngrencak yang ikut mengantri jatah air di sumur desa tersebut, Minggu.

Ia mengatakan, ada lebih dari 200 KK yang kini menggantungkan kebutuhan air bersih mereka dari kedua sumur desa itu.

Antrian biasanya terjadi pada pagi hari serta sore. Selain untuk konsumsi air minum, memasak serta untuk ternak, air yang mereka ambil juga digunakan untuk mandi dan cuci pakaian.

Namun itupun beberapa keperluan sekunder seperti air untuk cuci dan mandi sudah jauh berkurang mengingat minimnya pasokan air yang tersedia maupun bisa diambil dari kedua sumur desa tersebut.

"Kami berharap segera ada bantuan air bersih dari pemerintah daerah agar krisis air di desa kami tidak semakin parah," ujar Tumini, warga lainnya.

Lokasi pemukiman mereka memang tergolong terpencil. Berada di satu lingkungan Dusun Pucung, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, perkampungan yang mereka tinggali terletak di punggung sebuah perbukitan yang kering nan gersang, apalagi saat kemarau.

Sebagian besar warga sebenarnya telah memiliki sumur-sumur pribadi ataupun sumur bersama yang kemudian disalurkan menggunakan jaringan pipa/slang. Namun di saat kemarau, sumur-sumur yang ada selalu mengering akibat penurunan debit air tanah secara masif.

Hanya dua sumur desa yang masih mengeluarkan air, namun itupun jarak tempuh dari pemukiman mencapai lebih dari tiga kilometer sehingga untuk menjangkau warga harus berjalan kaki melalui jalan setapak.

"Hal seperti ini selalu terjadi saat kemarau. Kami khawatir musim tahun ini lebih panjang, karena itu berarti warga di sini bakal sangat menderita," ujar Umar.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mengungkapkan, saat ini ada sekitar 39 desa di di daerah itu yang diidentifikasi sebagai daerah rawan bencana kekeringan sebagai dampak badai elnino.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek, Djoko Rusianto mengatakan, kekeringan terutama berdampak pada pasokan air tanah untuk lahan-lahan pertanian di daerah itu.

"Kekeringan memang masih menjadi ancaman, terutama ke sektor pertanian karena pasokan air diprediksi menyusut drastis," ujarnya.

Menurut Joko, apa yang terjadi saat ini merupakan siklus yang setiap saat bisa terjadi, sehingga pihaknya mengimbau warga agar mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, khususnya mengantisipasi wilayah-wilayah yang selama ini menjadi "langganan" (terdampak) bencana kekeringan.

Tahun ini (2015), ungkap Joko, sebenarnya jumlah area terdampak kekeringan di Trenggalek menurun atau lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu.

Jika pada 2014 jumlah desa yang dilada kekeringan mencapai 49 perkampungan, tahun ini jumlahnya menurun menjadi 39 desa.

Estimasi itu, menurut keterangan Joko, merupakan hasil dari rapat koordinasi di BPBD Jawa Timur beberapa waktu sebelumnya, mengingat ada beberapa wilayah yang hampir pasti tidak terkena lagi lantaran sudah ada pipanisasi.

Wednesday, July 1, 2015

Menjelang Lebaran, Proyek Jalan 'Sirip' Trenggalek-Pacitan Dikebut

Trenggalek: Proyek pelebaran jalan 'sirip' nasional senilai Rp161 miliar yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Pacitan di ruas Kecamatan Suruh hingga Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus dikebut untuk mempermudah akses lalu-lintas menjelang Lebaran.

Saat ini, pembangunan masih terus berlangsung ke arah Kabupaten Pacitan dan tinggal menyisakan pekerjaan pengaspalan sekitar 10 kilometer. Total panjang jalan yang masuk perencanaan proyek senilai Rp161 miliar tersebut mencapai sekitar 28 kilometer.

"Saat ini, pembangunan jalan nasional Trenggalek-Pacitan telah mencapai 70 persen," jelas Lasminto. Kepala Urusan Tata Usaha
Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Batas Pacitan-Trenggalek-Tulungagung. Kendati proyek multiyears yang dimulai sejak 2013 tersebut diproyeksikan selesai 2015, ia memastikan pembangunan jalan sirip nasional yang tembus Jalur Lintas Selatan  (JLS) di Kecamatan Panggul ini tetap akan dikebut.

Kontraktor pelaksana pekerjaan di jalur alternatif Trenggalek-Pacitan melalui Kecamatan Panggul-Sudimoro itu bahkan telah diminta mengerahkan seluruh armada dan tenaga kerja mereka guna memastikan pekerjaan cepat rampung.

"Dipercepat sebelum lalu lintas ramai oleh arus mudik ataupun aktivitas warga selama Ramadhan. Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi gangguan menjelang arus mudik maupun balik Lebaran," terangnya.

Lasminto mengatakan pihaknya menargetkan pekerjaan pelebaran, pengaspalan serta pembangunan infrastruktur penunjang di sepanjang jalan nasional tersebut bisa digenjot lagi. "Targetnya sebelum pekerjaan dihentikan sementara pada H-10 atau H-15
Lebaran, proyek pelebaran dan pengaspalan jalan nasional ini tinggal menyisakan sekitar enam (6) kilometer," kata Lasminto.

Pembangunan jalan nasional di jalur alternatif Trenggalek-Pacitan melalui Kecamatan Panggul dan Sudimoro mendapat apresiasi positif dari masyarakat, terutama dari kalangan pengguna jalan seperti pengendara sepeda motor, mobil maupun kendaraan berat lainnya.

Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan oleh pemerintah dinilai membantu efektivitas perjalanan di jalur alternatif bergunung-gunung yang dulunya rusak parah tersebut.

Jika sebelum diperbaiki/dibangun waktu tempuh kendaraan dengan normal, jarak antara kota Trenggalek hingga Kecamatan Panggul membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam atau sekitar 180 menit. Kini, setelah pembangunan mencapai 70 persen dari total jalan yang
dipetbaiki sejauh 28 kilometer, waktu tempuh kendaraan roda empat lebih cepat sekitar 30-45 menit jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Menjelang Lebaran Kepolisian Resor Trenggalek dan Kediri disiagakan memberantas copet dan pelaku gendam

Trenggalek -Kepolisian Resor Trenggalek dan Kediri disiagakan memberantas copet dan pelaku gendam alias hipnotis yang marak menjelang lebaran. Masyarakat diminta menyimpan perhiasan dan uang lebih di rumah saat berbelanja di pasar.

“Sebisa mungkin jangan memakai perhiasan kalau ke pasar,” kata Kepala Kepolisian Resor Trenggalek Ajun Komisaris Besar I Made Agus Prasatya saat melakukan pemeriksaan keamanan di Pasar Pon Trenggalek, Rabu 24 Juni 2015.

Maraknya tindak kejahatan menjelang lebaran menjadi perhatian serius aparat kepolisian Trenggalek yang menerjunkan petugas di pasar tradisional dan toko emas. Para pelaku kejahatan kerap mengincar pembeli yang membawa perhiasan mencolok maupun tas jinjing.

Selain menerjunkan personel di tempat-tempat ramai, Agus juga mengingatkan langsung pengunjung pasar yang berpotensi menjadi korban pencopetan. Demikian pula para pedagang pasar diminta mengenali situasi di lingkungan mereka agar bisa mengidentifikasi kejangalan yang muncul.

Ketika menemukan orang asing yang gerak-geriknya mencurigakan mereka diminta melapor kepada polisi yang berjaga. “Biasanya yang marak aksi pencopetan,” kata Made.

Peningkatan keamanan juga dilakukan di kawasan pertokoan emas di Jalan Dewi Sartika. Jenis usaha ini paling banyak diincar pelaku kejahatan khususnya menjelang lebaran.  Kepada pemilik toko, Agus meminta memasang CCTV untuk memantau pergerakan pengunjung. Khusus di tempat ini sejumlah polisi bersenjata lengkap disiagakan secara penuh.

Selain aksi copet di Trenggalek, pelaku gendam juga mulai beraksi di wilayah Kediri. Beberapa warga mengaku menjadi korban gendam yang mengincar perhiasan dan uang di jalan. Berbeda dengan aksi copet yang bisa diredam dengan menyimpan dompet rapat-rapat, aksi gendam lebih sulit ditangkal karena melibatkan alam sadar korban.

Sujinem, 60, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto yang pernah menjadi korban gendam di atas angkutan umum. Dia masih bisa mengingat saat menjadi penumpang perempuan sendirian bersama kernet, sopir, dan seorang pria yang duduk di kursi penumpang.

“Setelah bersalaman, dia meminta saya melepas perhiasan dan menukarnya dengan bungkusan kain putih,” katanya yang baru menyadari setelah turun dari angkutan.

Polwan Cantik Di Trenggalek Jadi Guru Mengaji, Mau Ikut?

Trenggalek - Kepolisian Resor Trenggalek menerjunkan polisi wanita ke sejumlah masjid dan musala. Bukan untuk mencari pelaku teroris, tapi mengajar baca-tulis Al-Quran kepada anak-anak.

Berbeda ketika mengatur lalu lintas dan menilang pelanggar rambu dengan muka garang, para polwan dari Polres Trenggalek ini tampak ramah saat menyapa anak-anak di Masjid Darusallam, Kelurahan Ngantru, Trenggalek. Dengan tetap mengenakan seragam dinas dan penutup rambut atau jilbab, mereka begitu telaten mengeja huruf hijaiyah.

Setiap sore, masjid ini selalu menyelenggarakan pendidikan baca-tulis Al-Quran kepada anak-anak. Namun, sejak Ramadan pekan lalu, keberadaan para ustad di tempat itu digantikan polisi wanita sebagai pengajar.

“Awalnya anak-anak takut, mungkin karena masih mengenakan seragam polisi,” kata Ajun Komisaris Siti Munawaroh, koordinator polwan Polres Trenggalek.

Namun, dengan pendekatan yang ramah dan ceria, para polwan itu akhirnya bisa berbaur dengan anak-anak peserta mengaji. Meski tak menyandang predikat guru agama, kemampuan para polwan mengajarkan baca-tulis Al-Quran patut diacungi jempol. Gaya komunikasi mereka yang cair juga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk belajar. Terlebih tak sedikit anak-anak yang bercita-cita menjadi polisi.

Kegiatan mengaji ini dilakukan para polwan selepas mengikuti apel sore di Mapolres Trenggalek. Dengan membentuk kelompok tertentu, mereka menyebar ke sejumlah masjid, musala, TPA, dan pondok pesantren untuk mengajarkan baca-tulis Al-Quran.

Kelelahan akibat menjalankan ibadah puasa dan bertugas seharian tak membuat semangat para polwan surut dalam mengajar mengaji. Justru mereka merasa terhibur dan mendapat tantangan baru mengajar anak-anak. “Hitung-hitung nyari pahala puasa juga,” ujar Siti.

Sebagai anggota kepolisian, para polwan juga menyisipkan pesan-pesan keamanan kepada anak didik di sela pelajaran mengaji. Di antaranya mengenalkan cara memanfaatkan teknologi gadget dan Internet dengan benar agar tak terjerumus ke dunia pornografi. Dengan kemajuan teknologi saat ini, tingkat interaksi anak-anak dengan dunia maya cukup tinggi. Hal ini kerap memicu berbagai tindak kejahatan, dari pornografi hingga kenakalan remaja.

Para pengurus masjid pun menerima kehadiran para polwan dengan positif. Mereka merasa terbantu dengan peran polwan yang mengajarkan baca-tulis Al-Quran kepada anak-anak yang jumlahnya meningkat pada bulan puasa. “Biar mereka tidak bosan juga dengan ustad di sini,” tutur Ahmad Sobirin, salah satu pengurus Masjid Darusallam

Tuesday, June 23, 2015

SMK Kesehatan di Kabupaten Trenggalek Siswa wajib Tes Urin

Trenggalek - Salah satu SMK Kesehatan di Kabupaten Trenggalek, mewajibkan calon siswa baru menjalani tes urine, selain menyertakan nilai Ujian Nasional (NUN) sebagai persyaratan administratif.

"Ini baru pertama diberlakukan di sekolah kami, tujuannya jelas, yakni untuk menghindari ada siswa yang kecanduan narkoba," kata Waka Kurikulum SMK Kesehatan Brawijaya Husada, Hari Utomo, di Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu.

Dan apabila terbukti positif mengonsumsi narkoba, mengacu pada hasil tes urine, Hari memastikan calon siswa baru bersangkutan akan gugur.

"Penanganan lebih lanjut tentu diserahkan pada BNNK untuk ditindaklanjuti dengan pembinaan, rehabilitasi ataupun sebatas konseling. Kami hanya sebatas menyeleksi dan mencegah siswa yang pecandu narkoba," terangnya.

Agar hasil tes lebih akurat, lanjut Hari, SMK Kesehatan Bhayangkara Husada menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek. 

"Kami sudah tes urine 100 calon siswa baru yang mendaftar. Semuanya wajib ikut tes tersebut karena ini kebijakan sekolah," tegasnya.

Dikatakan Hari, tes tersebut juga dimaksudkan untuk mendeteksi peredaran narkoba di tingkat pelajar sekolah menengah atas. Sebab, saat ini sudah banyak siswa yang terjerat kasus narkoba, baik sebagai pelaku maupun pemakai. 

"Jadi untuk deteksi dini. Kalau nantinya siswa diketahui positif, akan diserahkan ke pihak berwajib karena ada tahapan tes lain sebelum dinyatakan pemakai narkoba," katanya.

Selain tes narkoba, calon peserta didik baru wajib menjalani tes mata, kejiwaan dan kesehatan dalam. Ketiga tes itu sudah diberlakukan pihak sekolah sejak awal, sedangkan tes urine narkoba baru kali pertama. 

"Hasil tes masih negatif. Namun nantinya direncanakan ada tes lagi dengan tujuan agar siswa benar-benar sehat dan mampu berprestasi tanpa narkoba," jelasnya.

Friday, June 19, 2015

Cara Kapolres Trenggalek Agar Tetap Dekat Dengan Masyarakat

Trenggalek - Kapolres On Call 24 jam adalah program yang diusung AKBP Made Agus Prasatya begitu menjabat sebagai Kapolres Trenggalek. Agus tak ingin ada jarak antara dirinya dengan masyarakat.

Hal itu pulalah yang membuat Agus langsung sowan kepada semua tokoh masyarakat yang ada di Trenggalek begitu menjabat. Mulai dari tokoh agama, sesepuh, pemimpin ormas, orpol, LSM, hingga tokoh di pelosok kampung, tak lupa dikunjungi.

"Kunjungan kami ini sekaligus untuk kulo nuwun saya kepada masyarakat Trenggalek," ujar Agus kepada detikcom, Rabu (16/6/2015).

Agus mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menggandeng mereka dalam rangka mewujudkan Trenggalek yang aman dan nyaman serta guyub dan tata tentrem. Dan Agus melakukan kegiatan itu secara non formal, tanpa ada sambutan resmi. Agus ingin agar kedatangan dan kedekatannya dengan masyarakat tidak bejarak.

"Kami juga masyarakat, sama seperti mereka. Hanya tugas kami saja yang membedakan," lanjut mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini.

Kedekatan yang ingin dibangun dengan masyarakat, kata Agus, tidak lain untuk mendapatkan masukan secara langsung dari masyarakat Trenggalek yang dikenal dengan kripik tempenya itu. Masyarakat juga boleh mengkritik Agus bila ada kinerjanya dan anak buahnya ada yang tidak berkenan.

Kritik menurut Agus adalah sesuatu untuk merubah yang tidak bagus menjadi layak. Dan Agus ingin melakukannya dengan cara tidak berjarak dengan masyarakat.

"Laporkan saja apa yang ingin dilaporkan ke saya," ujar Agus.

Agus pun membagi nomor telepon pribadinya yang bisa dihubungi. Nomer itu adalah 081236989898. Namun untuk laporan, Agus menyarankan lebih baik melalui SMS saja. 

"Kalau perlu kami yang akan menelepon nomor telepon yang masuk. Yang pasti kami siap melayani laporan masyarakat 24 jam," tandas Agus. 

Thursday, June 11, 2015

Bulog Tarik Raskin Berkutu

Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung, Jawa Timur akhirnya mengganti enam karung beras untuk warga miskin (raskin) yang mengalami penurunan mutu sehingga ditemukan banyak kutu dan ulat di dalam karung berisi beras tersebut.

"Sudah kami ganti semua, kemarin (10/6). Prosedurnya, apabila memang ditemukan raskin yang rusak atau mengalami penurunan mutu, harus diganti dengan beras baru," terang Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Supriyanto dikonfirmasi Antara melalui telepon, Kamis.

Ia mengakui, enam karung berisi beras yang telah didistribusikan untuk warga miskin di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek pada awal Juni tersebut, sudah mengalami penurunan mutu.

Namun, ia menegaskan secara umum kondisi beras masih layak konsumsi, karena fisik beras masih keras dan hanya sedikit berbau serta berkutu.

"Beras dikatakan rusak dan tidak layak konsumsi jika fisiknya saat dipegang sudah lembek atau langsung pecah. Ini kondisi beras masih keras, hanya sedikit berbau karena memang beras itu stok tahun 2014," jelasnya.

Untuk menghindari polemik di masyarakat, enam karung raskin ukuran masing-masing 15 kilogram yang telah siap edar di Balai Desa Ngadisuko kini ditarik kembali oleh Bulog.

Sebagai gantinya, Bulog memberikan enam karung beras stok 2015 dengan kualitas yang sama.

"Seluruh produk beras yang keluar dari gudang bulog, termasuk untuk raskin, semuanya telah melalui tim surveyor independen.
Jadi secara mutu dan kelayakan produk beras dari kami tidak masalah. Hanya memang kasus di Durenan itu mengalami penurunan mutu, tapi masih layak (konsumsi)," papar Supriyanto.

Terungkapnya produk raskin rusak atau mengalami penurunan mutu tersebut berawal dari inspeksi mendadak yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Trenggalek yang mendapat laporan raskin berkutu dan tidak layak konsumsi di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Senin (8/6).

Dalam sidak tersebut, dewan mendapati ada enam karung raskin yang dibiarkan di balai desa karena kondisi beras yang mudah hancur, berkutu dan mengandung ulat-ulat kecil.

Saat itu, Kades Ngadisuko, Nimas Anggi Chris Vallyandra mengkritisi pihak bulog agar lebih memperhatikan dan menjaga kualitas raskin yang akan didistribusikan ke masyarakat.

"Harus dijaga kualitasnya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," kritiknya.

Tuesday, June 9, 2015

Arumi Bachin Siap Untuk Jadi Duta Wisata Trenggalek

TRENGGALEK - Arti Cantik Arumi Bachin siap menjadi bagian Trenggalek. Artis yang saat ini sebagai Duta Lingkungan Hidup Indonesia  siap menjadi di Duta Wisata di Trenggalek.
Bahkan sebagai artis nasional, Arumi mengaku tidak canggung ketika berbicara soal Trenggalek dengan berbagai destinasi wisatanya. "Kalau ditunjuk saya siap. Saat ini saya Duta Lingkungan Hidup," ujar Arumi saat ditemui di Prigi Fest 2015, Pantai Prigi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, baru-baru ini.
Di Trenggalek, saat tepatnya di sebelah Pantai Prigi terdapat Pabrik Tepung Ikan. Tentunya inilah yang harus digarap agar lebih banyak lagi potensi yang dikembangkan.
Menurut Istri dari Emil Dardak ini, potensi wisata harus dilakukan bersama-sama agar bisa bekerkembang.
Terlebih lagi saat ini era digital dan maraknya pengguna sosial media. Tentunya, tidak ada kesulitan untuk melakukan promosi wisata.
Hanya saja, perlu kemasan yang menarik sehingga wisata di Kabupaten Trenggalek ini berbeda dengan wisata di daerah lain teruatama yang ada di Jawa Timur.
Belum lagi dengan potensi Batik yang ada di Kabupaten Trenggalek. "Banyak sekali wisata disini dan merupakan keunggulan kabupaten Trenggalek. Saya sering ikut suami kesini dan akan tetap saya informasikan kepada teman-teman di Jakarta," tutupnya.

Tim BUSER Trenggalek Tembak NOVEL

TRENGGALEK - Tim buru sergap (Buser) Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, menembak dua dari empat anggota komplotan perampok antarkota dalam penyergapan di Sidoarjo, Minggu 7 Juni 2015.
"Kami terpaksa melumpuhkan mereka, terutama dua pelaku utama sekaligus otak perampokan karena melawan petugas dan mencoba kabur," kata Kapolres Trenggalek AKBP Made Agus Prasetya di Trenggalek, Senin (8/6/2015).
Ia mengungkapkan, keempat anggota komplotan perampok bersenjata celurit dan linggis itu diidentifikasi sebagai kelompok Sidoarjo yang kerap menggunakan kekerasan di setiap aksinya. Mereka tidak hanya beraksi di wilayah hukum Trenggalek, namun juga pernah merampok di sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Berdasar hasil pemeriksaan polisi, lanjut Made, selain di Trenggalek, komplotan perampok yang diotaki oleh tersangka Novel Yonasta Bayasud (34) itu pernah merampok disertai kekerasan di wilayah hukum Banyuwangi, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Lamongan, Sidoarjo, Jember, serta Ponorogo.
Modus perampokan semua dilakukan dengan cara yang sama seperti halnya dilakukan kelompok Sidoarjo ini saat beraksi di rumah keluarga pengusaha Agus Widodo di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Trenggalek, 28 Mei 2015.
"Pelaku masuk rumah korban dengan cara mencongkel pintu gerbang dan pintu rumah menggunakan linggis. Begitu berhasil masuk, sebagian pelaku menyekap korban dengan cara mengalungkan celurit, sebagian lain menggasak harta benda yang ada di dalam rumah sasaran," terang Made.
Tidak dijelaskan apakah komplotan perampok asal Sidoarjo ini menggunakan jaringan lokal di setiap melakukan aksinya di kota berbeda.
Mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini hanya mengisyaratkan bahwa Novel Cs selalu menyurvei calon sasarannya sebelum beraksi pada malam hari. "Kami juga masih menyelidiki apakah ada kemungkinan kelompok ini berkaitan dengan komplotan perampok lain, termasuk jaringan penadah barang curian/perampokan," ujarnya.
Sejak peristiwa perampokan disertai ancaman kekerasan di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu pada akhir Mei 2015, lanjut Made, keempat pelaku terus diburu tim buru sergap Polres Trenggalek.
Polisi berhasil mengidentifikasi dua dari empat pelaku yang ciri-cirinya berhasil digambarkan oleh korban, serta beberapa bukti petunjuk di lokasi perampokan.
Setelah hampir sepekan melakukan perburuan, tiga pelaku anggota kelompok Sidoarjo bernama Arif Tirtana (29) warga Surabaya, Didik Ariyanto (31) warga Gresik, dan Zainal Abidin (31), warga Sidoarjo berhasil dibekuk.
Dari tiga pelaku inilah tim buru sergap akhirnya berhasil menemukan lokasi persembunyian Novel yang diyakini sebagai otak perampokan di berbagai tempat itu.
"Atas kejahatan yang mereka lakukan, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," kata Made.

Sunday, June 7, 2015

Trenggalek Mempunyai 1.850 Jenis Batu Mulia (Batu Akik)

Fenomena batu akik dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak positif bagi masyarakat Trenggalek, Jawa Timur. 

Dampak nilai ekonomi itu tidak hanya dirasakan para penambang, tapi juga para pengrajin batu mulia di Kabupaten yang terletak di posisir selatan pulau Jawa itu.

Mochammad Nur Arifin, seorang pengusaha muda, yang berhasil memompa semangat warga Trenggalek hingga di kampung-kampung untuk menangkap peluang tersebut.

"Saya tidak menyangka betapa dahsyatnya akik, hingga warga berduyun-duyun turun ke sungai untuk mengais batu mulia. Di sudut-sudut kampung mulai banyak orang membuka jasa perbaikan akik hingga penjual aksesoris batu mulia," ujarnya, kepada VIVA.co.id, usai membuka pameran batu akik di Stadion Trenggalek, Sabtu malam 6 Juni 2015.

Tekad Arifin untuk mendongkrak perekonomian warga melalui 'tren akik' ini, karena Trenggalek merupakan penghasil aneka ragam batu akik yang selama ini populer. 

Hanya saja, dalam setiap pameran batu mulia itu tidak pernah dikenal batu asal Trenggalek.

"Saya pernah ke Rawa Bening, Jakarta, banyak batu asal Trenggalek tapi diakui dari daerah lain. Ini memprihatinkan," ungkapnya.

Dari diskusi dengan para pegiat batu akik, Arifin menemukan kesimpulan bahwa selama ini para pembeli tidak pernah membeli batu dari penambang, melainkan dari tengkulak. 

Akhirnya mereka tidak mengerti jika selama ini batu batu itu sebenarnya berasal dari pelosok desa di Kabupaten Trenggalek.

"Saya berinisiatif untuk membentuk tim untuk memetakan potensi batu akik," katanya.

Dia menuturkan, akhirnya dari tim tersebut terbentuklah asosiasi perajin batu mulia Trenggalek (Asperbamut). Dari asosiasi ini kemudian terbit katalog batu akik khusus Trenggalek dan bisa mengikuti pameran-pameran batu di seluruh daerah di Jawa Timur.

"Ini momentum mempromosikan Trenggalek hingga di kancah nasional, bahkan internasional," harapnya.

Tidak hanya itu, Arifin juga pernah melibatkan seorang peneliti dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk melakukan riset geologi di kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur itu sejak 1995. 

Dalam riset tersebut, peneliti menemukan 1.850 jenis batu alam di Trenggalek. 

"Ini bukti bahwa di Trenggalek, menyimpan potensi mineral yang luar biasa untuk dikembangkan," ujarnya.

Melalui festival batu akik yang sudah beberapa kali digelar itu, dia berharap, akan menggairahkan pasar batu mulia di Trenggalek, dan khususnya akan lebih menguatkan "brand" batu akik khas daerah pegunungan Pantai selatan Jawa itu.

Festival yang digelar hingga Minggu 7 Juni 2015 di area parkir Stadion Manak Sopal Trenggalek itu memamerkan beragam jenis batu akik khas Trenggalek dan daerah lain sekitar Trenggalek. 

Selain batu akik, juga dijual dan dipamerkan bongkahan batu alam dengan berbagai jenis dan corak.

Adapun macam macam batu Trenggalek antara lain adalah kecubung karang, panca warna, badar lumut, badar besi, chalsedon, blue opal, lavender, wulung, amber, jasper, agate, onyx, jade, dan pirit.

Saturday, June 6, 2015

Benda Peninggalan Majapahit beberapa ditemukan di Trenggalek

Benda purbakala terbuat dari emas koleksi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Kepala BPCB Trowulan Aris Soviyani mengatakan, selain bentuknya yang unik dan langka, fungsi dari benda tersebut juga sangat istimewa dan bukan hanya sebagai hiasan.
“Rata-rata bentuknya sangat tipis seperti kertas, tapi terbuat dari emas,” kata Aris, Jumat, 5 Juni 2015. Ada 218 benda dari 60 jenis. Benda-benda tersebut merupakan hasil temuan selama 1977 hingga 2011 di seluruh wilayah Jawa Timur. Sebagian besar peninggalan masyarakat zaman Kerajaan Majapahit yang ditemukan di Trowulan, Mojokerto. Namun ada juga yang diduga digunakan sebelum masa Majapahit.

Tim arkeolog BPCB Trowulan belum bisa memastikan apakah benda yang ditemukan di bekas pusat kota Kerajaan Majapahit di Trowulan tersebut dibuat di Trowulan atau dari daerah lain. “Kami belum tahu apakah dulu dibuat di Trowulan atau dari luar Mojokerto,” ujar Aris.

Benda-benda bersejarah dan tak ternilai harganya itu sempat diperlihatkan kepada wartawan. Benda-benda yang terbuat dari emas tersebut di antaranya cincin, tusuk sanggul, rantai untuk pinggang, selempang dada, serta miniatur dewa, hewan, dan bunga dalam mitologi Hindu dan Buddha. Selain benda dari emas, benda purbakala dari batu mulia juga ditemukan, seperti batu akik dan miniatur patung Buddha. 

Miniatur hewan dari emas itu di antaranya bergambar kura-kura, naga, dan gajah. Sedangkan miniatur bunga dari emas yang juga jadi koleksi berharga adalah bunga teratai. “Bunga teratai dari emas dan miniatur patung Buddha ini ditemukan di Banyuwangi,” tutur Aris. 

Dalam mitologi Hindu dan Buddha, bunga teratai melambangkan kesempurnaan hidup dengan kemurnian jiwa dan pikiran. Bunga teratai bisa muncul dari kolam yang kotor dan berlumpur tapi tidak tersentuh kotoran tersebut. 

Temuan lain yang juga istimewa adalah pripih atau kotak dari batu yang biasa diletakkan di area candi. “Uniknya, pripih yang kami temukan di Trenggalek ini ditemukan di dinding candi sebelah barat dan berisi simbol sembilan dewa, yang di tengahnya terdapat Lingga Yoni dari emas,” ucap Aris. Padahal biasanya pripih terletak di dalam sumuran di tengah candi yang melambangkan keseimbangan alam. 

Staf Kelompok Kerja Dokumentasi BPCB Trowulan, Rizki Susanti, mengatakan kebanyakan benda purbakala dari emas tersebut digunakan untuk keperluan ritual keagamaan, baik dalam agama Hindu maupun Buddha. “Misalnya selempang emas untuk di dada itu biasa digunakan dalam ritual keagamaan,” katanya.

Friday, June 5, 2015

GEMPA 5,1 skala Richter Guncang Trenggalek

Ilustrasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,1 skala Richter, di barat daya Trenggalek Provinsi Jawa Timur, Jumat (5/6) pukul 23.38 WIB.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung, Yuharman, pusat gempa ini berada pada koordinat Lintang 9.20 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 111.50 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 15 kilometer (km).
Lokasi gempa di daratan selatan Pulau Jawa; 116 km barat daya Trenggalek; 124 km tenggara Pacitan; 126 km barat daya Tulungagung Jatim; 200 km tenggara Yogyakarta; dan 619 km tenggara Jakarta.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Sumber